News Detail

Lembang, Tempat Indah dan Sejuk yang Penuh dengan Sejarah

Lembang, Tempat Indah dan Sejuk yang Penuh dengan Sejarah

Kata “Lembang” pastinya sudah tidak asing lagi di telinga para pembaca, dalam anggapan banyak orang Lembang pasti selalu berhubungan dengan tempat wisata, kesejukan, istirahat yang tenang dan tentunya memiliki kaitan erat dengan Bandung. Nah kali ini kita akan membahas lebih dalam mengenai Lembang, baik dalam aspek sejarah dan asal usul-nya, serta desa/kelurahan yang ada di Lembang ini.

 

1. Asal Usul Nama Lembang

Lembang merupakan salah satu kecamatan yang terdapat di Kabupaten Bandung barat, Provinsi Jawa Barat yang terletak di Indonesia bagian barat. Sebelum kita lebih lanjut mengenal Lembang, tahukah anda asal usul penamaan Lembang itu sendiri ?… nah bagi yang belum tahu, berikut ini akan kita kupas tuntas asal usul nama Lembang.

Danau Bandung Purba, sumber : wacana

Jadi, Lembang dahulunya bukanlah tempat yang didominasi daratan dan terkesan sejuk seperti saat ini. Tetapi, Lembang dahulu kala adalah sisa dari genangan danau purba yang dinamakan danau Bandung purba. Karena daerah ini dahulunya merupakan genangan, maka daerah ini dinamakan Lembang, dimana kata Lembang tersebut di ambil dari Kata “ngalembang”, yang memiliki artian genangan air atau air yang menggenang. Seiring dengan berjalannya waktu, genangan air tersebut mengering melalui siklus hidrologi panjang dan sampailah pada kondisi Lembang saat ini

 

2. Sejarah Perkembangan Lembang

Dalam sejarah perkembangannya, Lembang merupakan salah satu kota tua priangan atau yang dalam bahasa belanda; Preanger. Yang dimaksud priangan disini yaitu daerah atau wilayah yang bergunung-gunung dalam cakupan Jawa Barat, dimana kebudayaan yang dominan di daerah priangan ini adalah kebudayaan Sunda .

Gubernur Jendral Frederik s’Jakob, sumber : wikipedia

Pada masa penjajahan Belanda, Status Lembang pernah setara dengan Bandung. Status kesetaraan ini didasarkan pada salah satu keputusan Gubernur Jendral Belanda saat itu, yaitu Gubernur Jenderal Frederik s’Jakob dalam keputusan tanggal 16 Oktober 1882 Staatsblad Nomor 252.

Dalam keputusan tersebut,  dijelaskan bahwa Lembang dan Bandung distatuskan sebagai Onderdistrik (bisa diartikan daerah kecamatan) di bawah Distrik Ujungberung Kulon. Selain sebagai Distrik dari Lembang dan Bandung, Distrik Ujungberung Kulon juga membawahi dua wilayah lain yaitu Balubur dan Andir.

Setelah keputusan tahun 1882 tersebut, selanjutnya pada tahun 1926 keluar keputusan baru yang mana, Lembang diubah status-nya dari Onderdistrik menjadi Distrik dengan membahwahi wilayah Cisarua dan Cipaganti sebagai Onderdistrik-nya. Nah, selanjutnya setelah Indonesia Merdeka dan sampai saat ini, Lembang dijadikan sebagai salah satu kecamatan yang terdapat di kabupaten Bandung Barat yang tepatnya di Provinsi Jawa Barat.

4. Orang-orang Penting dalam Pembangunan Lembang

Seiring berjalannya waktu, perkembangan dan pembangunan Lembang tentunya tidak berjalan dengan sendirinya. Tetapi sangat dipengaruhi oleh beberapa orang penting yang berperan aktif dalam membangun Lembang ini. Orang–orang penting yang berpengaruh dalam perkembangan Lembang saat itu ialah :

  1. Keluarga Ursone

Keluarga Ursone, sumber : Buanaindonesia

Keluarga Ursone  merupakan salah satu bagian penting yang tidak terlepas dari proses perkembangan dan pembangunan Lembang. Keluarga Ursone adalah sebuah keluarga yang berasal dari Italia, mereka datang ke daerah Jawa Barat pada tahun 1895. Sebelum menetap di Lembang, keluarga Ursone ini sempat tinggal di daerah stad Batavia (sekarang adalah Jakarta).

Tujuan utama dari keluarga Ursone Masuk ke daerah Lembang ini ialah untuk membuka peternakan sapi dan perkebunan kina. Selain mengusahakan perkebunan dan peternakan, keluarga Ursone juga memiliki dan menjalankan 12 Perusahaan lain. Keluarga Ursone ini memiliki hampir 80 persen lahan tanah yang ada di Lembang, termasuk salah satu bagiannya yaitu lahan seluas 16 hektare yang sudah dihibakan untuk Obesevatorium Bosscha (tempat peneropongan bintang Bosscha).

  1. Bruno Treipl

Bruno Treipl merupakan salah seorang Jerman yang cukup berpengaruh dalam perkembangan dan pembangunan Lembang ditahun 1934. Dimana pada saat itu, Bruno Treipl mengelola dan mengembangkan Grand Hotel Lembang yang merupakan hotel paling  Berjaya pada masa kolonial Belanda. Grand Hotel Lembang yang memiliki luas lahan sekitar 7 hektare ini, dikelolah dan dikembangkan oleh Bruno Treipl pada saat usianya 18 tahun.

 

5. Desa/Kelurahan yang ada di Kecamatan Lembang

Setelah kita mengetahui asal usul nama Lembang, sejarah Perkembangan Lembang dan orang-orang penting yang terlibat dalam pembangunan dan pengembangan Lembang, kali ini kita akan masuk lebih dalam melihat Desa-desa/kelurahan yang terdapat dalam Kecamatan Lembang ini.

Lembang sampai saat ini, merupakan salah satu kecamatan di kabupaten Bandung Barat yang memiliki 16 desa. Selain sebagai desa-desa biasa, ternyata ada beberapa desa di dalam kecamatan Lembang ini yang menjadi desa Wisata. Berikut daftar seluruh desa yang ada di Lembang :

  1. Desa Cibodas
  2. Desa Cibogo
  3. Desa Cikahuripan
  4. Desa Cikidang
  5. Desa Cikole
  6. Desa Gudangkahuripan
  7. Desa Jayagiri
  8. Desa Kayuambon
  9. Desa Langensari
  10. Desa Lembang
  11. Desa Mekarwangi
  12. Desa Pagerwangi
  13. Desa Sukajaya
  14. Desa Suntenjaya
  15. Desa Wangunharja
  16. Desa Wangunsari

Demikianlah pembahasan kita kali ini mengenai Lembang secara lengkap, baik dalam aspek sejarah dan asal usul-nya, serta desa/kelurahan yang ada di Lembang ini.

 

Baca juga :

Oleh-oleh Lembang yang wajib dibeli

Tempat Makan di Lembang Paling Recommended

Tempat-tempat Wisata Alam di Lembang

Tinggalkan Balasan

Related Posts

Compare

error: Content is protected !!

Enter your keyword